
Memaknai Kasih Sayang di Usia Senja: Belajar Mencintai dengan Hening
Memaknai Kasih Sayang di Usia Senja: Belajar Mencintai dengan Hening Penulis: Musdah Mulia 1. Mengapa manusia membutuhkan kasih sayang? Lima kebutuhan dasar manusia menurut

Memaknai Kasih Sayang di Usia Senja: Belajar Mencintai dengan Hening Penulis: Musdah Mulia 1. Mengapa manusia membutuhkan kasih sayang? Lima kebutuhan dasar manusia menurut

Feminisme, Spiritualisme, dan Emansipasi Sosial: Kerangka Teoretik Pembebasan Kemanusiaan Oleh: Musdah Mulia Abstrak Artikel ini menganalisis hubungan dialektis antara feminisme, spiritualisme, dan emansipasi sosial sebagai

LOST IN TRANSLATING THE DIVINE MESSAGE Different Perspectives of Indonesian Muslim Feminists on Polygamy Verses in the Qur’an Yulianti Muthmainnah | Institute Technology and Business Ahmad Dahlan, Jakarta – Indonesia

‘Seb-i Arus’ Sebuah Perayaan Malam Pengantin di Turki Oleh: Musdah Mulia Seb-i Arus (Malam Pengantin) adalah perayaan tahunan di Konya, Turki, untuk memperingati wafatnya penyair sufi terkenal,

Siaran Pers Lokakarya Pengurangan Dampak Buruk Narkotika bagi Tokoh Agama Muslimah Reformis mewakili salah satu toko agama dan ormas Islam dalam kegiatan yang dipelopori oleh

Oleh: Musdah Mulia Pendahuluan Hari ini kita membicarakan sesuatu yang sangat fundamental bagi keberlangsungan bangsa, yaitu rekonstruksi sistem hukum keluarga di Indonesia. Mengapa hal ini

Oleh: Musdah Mulia 1.Kondisi aktual sistem hukum keluarga di Indonesia. Sistem hukum keluarga di Indonesia hingga kini masih berbasis pada dualisme hukum, yakni: Pertama, Hukum

Oleh: Musdah Mulia Pendahuluan Pendahuluan Saya sangat yakin bahwa semua agama hadir membawa nilai-nilai luhur kemanusiaan, mengakui kemuliaan harkat dan martabat manusia. Menyerukan dipenuhinya hak-hak

Agama, Spiritualisme, dan Feminisme: Jalan Emansipasi dan Pembebasan Kemanusiaan Oleh: Musdah Mulia 1.Pendahuluan Tulisan ini berupaya mengaitkan tiga ranah konseptual yang sering dipisahkan dalam wacana

Oleh: Musdah Mulia I. Pendahuluan Meskipun sejarah Islam dan Nusantara kaya akan figur perempuan pemimpin, literasi dan pengakuan terhadap kepemimpinan perempuan masih minim. Dalam masyarakat